Mahasiswa KKN Unimal Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SMPN 2 Muara Batu


author photo

13 Feb 2026 - 20.09 WIB


Mahasiswa KKN-PPM XXXVIII Kelompok 10 Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar sosialisasi edukatif bertema “Jadi Keren Tanpa Nyakitin: Bangun Empati, Hentikan Intimidasi” di SMP Negeri 2 Muara Batu, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 60 siswa dan siswi ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya perundungan serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kegiatan diawali dengan senam bersama guna menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus membangun keakraban antara mahasiswa dan para siswa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi terkait pengertian, bentuk, dan dampak bullying. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui ice breaking dan diskusi bersama, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Selain itu, bullying dapat menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, gangguan kesehatan mental, hingga terganggunya proses belajar siswa.

Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Muara Batu, Meutia, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menekankan pentingnya edukasi anti-bullying di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, terima kasih atas kontribusinya di SMPN 2 Muara Batu. Kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk mengingatkan siswa tentang bahaya bullying serta menumbuhkan rasa empati dan saling menghargai antar sesama. Terima kasih telah memberi contoh positif dan menciptakan kebersamaan antara mahasiswa, guru, dan seluruh siswa,” ujarnya.

Koordinator kegiatan, Fadli Ichwanul Arfi, berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal perubahan budaya di sekolah.
“Semoga kegiatan sosialisasi anti-bullying ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mari bersama kita bangun budaya saling menghormati, karena setiap anak berhak merasa aman dan bahagia di sekolah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para siswa semakin memahami pentingnya empati, saling menghargai, serta berani menolak dan melaporkan tindakan bullying agar tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Bagikan:
KOMENTAR