Mengetuk Pintu Langit Lewat Kepedulian: 50 Anak Yatim dan Korban Banjir Khitan Gratis Bersama Faisal Gahru


author photo

21 Feb 2026 - 21.51 WIB




RADARACEH.ID – Di tengah bayang-bayang duka pasca banjir yang sempat melanda, sebuah secercah harapan hadir bagi puluhan keluarga di Kabupaten Pidie Jaya. Menjelang fajar Ramadhan 1447 Hijriah, bukan sekadar seremoni yang tampak, melainkan aksi nyata untuk meringankan beban rakyat jelang bulan suci.
Melalui inisiatif bertajuk “Sunnatan Massal Ramadhan 2026 Bersama Faisal Gahru”, sebanyak 50 anak yatim dan korban banjir mendapatkan layanan khitan gratis pada Sabtu (21/2). Kegiatan yang sarat akan nilai kemanusiaan ini dipusatkan di Klinik Al Munawwarah, Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua.

Sinergi Lintas Sektor untuk Rakyat
Aksi sosial ini digerakkan oleh Faisal Gahru, anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang membuktikan bahwa kursi parlemen harus berbanding lurus dengan pengabdian. Tak sekadar aksi individu, kegiatan ini menjadi simbol soliditas lintas tingkatan, melibatkan tokoh dayah hingga politisi senayan.

Dukungan penuh mengalir dari:
Abiya Kuta Krueng (Dr. Abi H. Anwar Usman, S.Pd.I., MM), Pimpinan Dayah Darul Munawwarah.
H. Ruslan M. Daud, Ketua DPW PKB Aceh (DPR RI).
H. Hery Ahmadi, Ketua DPC PKB Pidie Jaya.

Bukan Sekadar Khitan, Tapi Bentuk Memuliakan
Para peserta yang berasal dari Pidie Jaya hingga Samalanga ini tidak hanya pulang dengan membawa status baru secara syariat. Lebih dari itu, mereka dimuliakan dengan santunan khusus dan bingkisan kasih sayang.
Sebelum tindakan medis dilakukan, suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Abiya Kuta Krueng memimpin prosesi Peusijuek (tepung tawar).
“Khitan adalah syariat, namun hari ini kita menjalankannya sebagai pesan kepedulian. Kita ingin orang tua yang terdampak banjir tidak lagi merasa sendiri memikul beban. Semoga ini menjadi pembuka keberkahan bagi anak-anak kita menyambut Ramadhan,” ujar Abiya dengan nada teduh.

Politik Kehadiran: Nyata di Tengah Masyarakat
Fakhrol, mewakili panitia pelaksana, menegaskan bahwa seluruh prosedur medis di Klinik Al Munawwarah dilakukan dengan standar profesionalisme tinggi. Baginya, kegiatan ini adalah perwujudan dari "Politik Kehadiran".
"Rakyat tidak butuh narasi di atas kertas, mereka butuh kehadiran nyata. Faisal Gahru ingin memastikan bahwa di saat sulit seperti pasca banjir ini, wakil rakyat hadir sebagai solusi, bukan sekadar nama," tegasnya.
Momentum ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak: bahwa menjelang Ramadhan, ibadah yang paling syahdu adalah ketika kita mampu menghapus air mata kesulitan dan menggantinya dengan senyum di wajah anak-anak yatim.(oeL)
Bagikan:
KOMENTAR