Oleh : Leli Indriani
PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco (PAMA KIDE) melaksanakan program CSR Pama Goes To School di SMAN 1 Muara Samu, Kabupaten Paser, pada Januari 2026. Kegiatan ini memberikan motivasi, edukasi dunia kerja, dan kewirausahaan kepada sekitar 150 siswa untuk membentuk SDM kompeten dan berdaya saing. Progam ini juga menekankan champion spirit dan growth mindset. Program Pama Goes To School ini merupakan bagian dari komitmen CSR PAMA di bidang Pendidikan untuk memberikan gambaran Langkah yang perlu dipersiapkan siswa setelah lulus sekolah.
Kepala SMAN 1 Muara Samu mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PAMA KIDE yang tak henti-hentinya berkontribusi untuk sekolah. Khususnya dalam memberikan pengembangan dan pengalaman baru kepada seluruh siswa-siswi di sekolah menengah atas di kawasan lingkar operasional pertambangannya.
Dengan datangnya pihak perusahaan ke sekolah untuk alasan pengenalan sekaligus memberikan motivasi pelajar bekerja setelah lulus sekolah pada dasarnya tidak sejalan dengan visi pendidikan. Dalam dunia pendidikan khususnya guru dan pelajar harusnya kritis akan perusahaan apalagi pertambangan yang notabene memberikan dampak negative pada lingkungan. Meskipun dijanjikan akan dapat pekerjaan, beasiswa atau hal lain tidak seberapa dengan hasil kekayaan jika dikelola oleh negara. Justru itu menjadi sogokan agar bungkam terhadap kedzaliman penguasa dan perusahaan besar.
Terlihat jelas bahwa pembajakan potensi pemuda oleh kepentingan pemodal melalui berbagai program kapitalistik sekuler menuai keprihatinan. generasi yang seharusnya sebagai agen perubahan tak lagi menjalankan perannya. Pemuda sekarang justru banyak yang merasa cukup puas walau menjadi buruh diperusahaan kapitalis. Standar kebahagiaan pun hanya semata meraih materi. Dan pada akhirnya sistem kapitalisme akan terus berjalan tanpa adanya perlawanan.
Padahal, pemuda berpengaruh kuat dalam setiap perubahan zaman. Pemuda muslim harus mengambil kendali, bukan tunduk pada algoritma, tetapi pada Allah. Namun, para pemuda perlu didampingi agar mampu memberikan perubahan yang benar dan penuh arti. Maka, tidak lain tentu harapan kita adalah kepada sistem Islam.
Tujuan pembangunan manusia dalam Islam sangat jelas. Manusia diciptakan untuk beribadah dan sebagai khalifah di muka bumi. Maka, tujuan sistem pendidikan juga jelas, yaitu membentuk kepribadian Islam. Peserta didik mendapatkan pembinaan karakter dalam aspek pola piker (akliah) dan pola sikap (nafsiyah) islami.
Bagi peserta didik muslim, keimanan dan ketaatan terhadap ajaran Islam secara kaffah akan dibangun dan dikukuhkan. Adapun bagi peserta didik nonmuslim, mereka mendapatkan pengajaran tentang nilai-nilai kebaikan dalam ajaran Islam yang di dalamnya mengandung pengajaran tentang moralitas dan kemanusiaan (nilai-nilai yang universal yang terkandung dalam Islam).
Secara lahiriah, semua peserta didik sama menjadi pribadi-pribadi yang baik meskipun dalam keyakinan (agama) yang berbeda. Peserta didik muslim berkepribadian Islam karena landasan taat kepada syariat, sedangkan peserta didik nonmuslim karena landasan manfaat (maslahat) nilai-nilai kebaikan ajaran Islam. Generasi yang sama-sama menolak miras dan narkoba, menjauhi pergaulan bebas, jauh dari karakter premanisme (tawuran, bullying, dan criminal), memiliki tanggung jawab “bela negara” anti penjajahan. Demikian profil karakter output sistem pendidikan Islam.
Kejelasan tujuan sistem pendidikan Islam bersumber dari kejelasan sumber hukum Islam itu sendiri (Al-Qur’an dan Hadis) yang steril dari intervensi akal manusia yang cenderung deskriminatif dan bias kepentingan kelompok tertentu. Dengan kata lain, keunggulan sistem pendidikan Islam bersumber dari ideologinya yang sahih, yakni Ideologi Islam.
Wallahu a’lam bi showab.