‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

Wujud Nyata Pendidikan Berkualitas Dalam Islam


author photo

18 Mar 2026 - 09.36 WIB




Oleh : Milda, S.Pd
(Aktivis Muslimah)

Kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi berbagai tantangan. Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan mengalami keterbatasan ruang belajar, fasilitas penunjang yang minim, hingga persoalan legalitas lahan yang menghambat rehabilitasi bangunan.

Kepala SDN 011 Samboja, Abdul Wahab mengemukakan, pihaknya telah beberapa kali mengusulkan penambahan dan perbaikan bangunan sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun hingga kini, pembangunan belum terealisasi. Saat ini SDN 011 Samboja memiliki 7 ruangan, terdiri dari 6 ruang kelas dan satu ruang yang difungsikan sebagai laboratorium sederhana. Ruang kantor pun masih menyatu dengan ruang kelas. Dengan jumlah murid mencapai lebih dari 150 orang, keterbatasan ruang belajar menjadi persoalan mendesak. https://www.kutairaya.com/news.php?d=15761cu

Wilayah ini kaya SDA, seharusnya mampu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. Namun lagi-lagi kekayaan SDA tidak serta merta berkorelasi dengan kesejahteraan. Sekolah yang rusak seharusnya menjadi perhatikan besar dalam penyelesaian persoalan. Selain di Kukar di berbagai daerah lainnya juga mengalami hal yang sama terkait minimnya infrastruktur bahkan rusak yang pada akhirnya siswa harus belajar ditempat seadanya. 

Hal ini menggambarkan bagaimana sistem kapitalisme gagal dalam memberikan pelayanan dan fasilitas pendidikan yang layak bagi para generasi. Seperti yang diketahui dalam Pasal 31 Ayat (2) "UUD 1945 menegaskan setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. UU Sisdiknas menjamin hak pendidikan tanpa diskriminasi." Tetapi hari ini pendidikan seolah bukan bagian dari hak dasar warga negara yang seharusnya mampu dipenuhi oleh sebuah negara di seluruh dunia. Pendidikan layaknya komoditas yang diperjualbelikan. Memang ada penyedian layanan pendidikan tetapi belum sepenuhnya maksimal. Sehingga sarana dan prasarana seadanya dan tidak sedikit siswa mengeluh terkendala terhadap proses belajar mengajar di Kukar. 

Problem hari ini tidak terlepas dari penerapan sistem kapitalisme liberal yang mengakibatkan kolabsnya ekonomi sehingga minimnya anggaran pendidikan. Seharusnya ini menjadi perhatian besar. Sebab di tengah SDA yang melimpah ruah di negeri ini seharusnya mampu membiayai kebutuhan vital rakyat termasuk menyediakan sarana dan prasarana dalam lembaga pendidikan. Tetapi SDA justru dikuasi pemilik modal bahkan asing yang notabene lebih dari cukup membiayai kebutuhan rakyat. 

Jika diamati APBN dibiayai oleh pajak dan utang tentu rakyat yang sebenarnya membiayai pendidikan melalui pajak yang rakyat bayar. Namun sejauh ini belum sepenuhnya memenuhi biaya pendidikan. Sistem kapitalisme membuat anggaran yang seharusnya memenuhi kebutuhan pendidikan seperti rusaknya fasilitas sekolah justru penanganan dari pemerintah terkesan lambat. Sehingga tidak heran jika persoalan tidak ditangani segera termasuk rusaknya sekolah di Kukar.

Sistem kapitalisme liberal menjauhkan peran agama dari kehidupan, sehingga tidak heran jika pengelolaan pendidikan tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya. Lihatlah saat ini korupsi yang menggurita akibat minimnya keimanan. Sehingga korupsi pun bukan lagi sebuah ancaman bahkan dosa besar. Mengejar keuntungan semata. Imbasnya pada kebutuhan vital termasuk rusaknya fasilitas sekolah yang sebenarnya menjadi prioritas utama negara untuk rakyatnya.

Dalam sistem Islam pendidikan salah satu kebutuhan vital umat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Mencari ilmu adalah fardhu atas seluruh kaum muslim." (HR. Ibnu Majah). Sehingga penguasa dalam Islam menjadikan kinerjanya sebagai bentuk tanggungjawab atas nama iman dan taqwa. Dengan menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pendidikan secara maksimal. Termasuk mencetak para guru yang kredibilitas dan kapabilitas di bidangnya.

Pendidikan dalam negara Islam merupakan kebutuhan vital umat sehingga negara akan menyediakan segala sarana dan prasarana seperti laboratorium, perpustakaan, alat-alat dalam menciptakan eksperimen bagi generasi yang memiliki pengetahuan yang menjadi rujukan dalam penemuannya. Tentu generasi akan fokus belajar tanpa adanya kendala seperti rusaknya fasilitas sekolah. 

Dari pendidikan Islam akan melahirkan generasi yang mempuni dalam bidangnya. Seperti bidang kedokteran, arsitek, teknik, kimia, maupun pengetahuan seperti hadis, usul fiqih, ilmu tafsir dan lain sebagainya. Sehingga lahirlah generasi ilmuwan yang mampu membawa perubahan dan sebagian besar menjadi seorang mujtahid yang memutuskan perkara di tengah-tengah umat atas nama iman dan taqwa yang jauh dari intervensi asing. 

Selain itu negara juga akan memberikan peluang sebesar-besarnya bagi para siswa untuk sekolah dan memudahkan saat perjalanan menuju tempat menimba ilmu. Tanpa khawatir kesulitan menuju sekolah. Karena negara dalam Islam juga memberikan perhatian terhadap jalan dan jembatan. Bahwa negara akan juga menjamin menyediakan sarana transportasi. 

Semua kebutuhan umat akan terpenuhi sebab SDA di kelola secara mandiri tanpa intervensi asing. Tidak seperti yang terjadi saat ini dalam sistem kapitalisme sekuler dimana SDA dimiliki oleh segelintir orang. Alhasil penerapan Islam akan melahirkan kemashalatan dan keberkahan bagi seluruh alam. Wallahu Alam Bishawab.
Bagikan:
KOMENTAR