Pelajar Jadi Pengedar: Narkoba The Real Ancaman bagi Generasi Muda


author photo

13 Apr 2026 - 14.07 WIB



Oleh: Zakiyatul Fakhiroh, S.Pd

Polisi menangkap dua warga di Bima, Nusa Tenggara Timur saat keduanya hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Salah satu pelaku masih berstatus pelajar. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan tas hitam berisi sabu, alat isap (bong), plastik klip kosong, dan uang tunai 1,5 juta rupiah. (DetikBali, 2/4/2026)
https://www.detik.com/bali/hukum-dan-kriminal/d-8426587/sabu-dikubur-di-samping-rumah-pengangguran-dan-pelajar-bima-dibekuk#google_vignette
Masih kasus serupa, polisi menangkap remaja di Kendari yang menyimpan 31 paket sabu di sejumlah lokasi berbeda. Polisi juga mengamankan alat pendukung seperti timbangan digital, sendok sabu, gunting, dan plastik saset.  Untuk menghindari  deteksi petugas, pelaku menempelkan paket sabu di titik-titik berbeda. Remaja ini berperan sebagai penyimpan sekaligus pengedar. (Suara Sultra. 31/03/2026)
https://suarasultra.com/2026/03/remaja-19-tahun-di-kendari-diciduk-simpan-31-paket-sabu-di-sejumlah-lokasi/

Kasus pengedaran sabu oleh pelajar bukanlah hal baru. Fakta ini menjadi bukti sistem kapitalisme sekuler semakin menjauhkan pelajar dari agama dan moral. Alih-alih menemukan jati diri, remaja yang seharusnya sibuk menggali potensi justru terjebak dalam lingkaran narkoba.

Lemahnya pendidikan membuat remaja tak memiliki prinsip dan pondasi hidup yang jelas. Pendidikan menekankan pada nilai, ranking, dan prestasi, tapi tak cukup kuat menanamkan karakter dan kepribadian shalih pada anak. Apalagi pelajaran agama di sekolah bukan prioritas, dampaknya fatal, anak bisa saja cerdas tapi tak mengenal batas halal-haram, gampang terbawa arus, mudah memperturutkan hawa nafsu.

Sistem kapitalisme melahirkan individu yang berpandangan sekuler, serba bebas, hedon, dan konsumtif. Remaja tanpa pondasi iman dan ketakwaan akan sangat mudah terbawa arus. Tekanan ekonomi dan mental dapat membawa remaja nekat melakukan hal-hal berisiko tinggi demi memenuhi kepuasan diri tanpa memikirkan dampak panjangnya.

Narkoba adalah zat terlarang yang haram dikonsumsi sebagaimana hadist Rasulullah SAW dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu: "Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap khamar adalah haram." (HR. Muslim).
Hadist dari Aisyah Radhiyallahu 'anha: "Segala sesuatu yang memabukkan adalah haram." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jelas posisi narkoba sama dengan khamr dan hukumnya haram untuk dikonsumsi.

Remaja, dalam hal ini pemuda, adalah tonggak perubahan. Oleh sebab itu, posisi pemuda dalam Islam sangat istimewa. Untuk membentuk generasi muda yang tangguh, sistem pendidikan dan difokuskan membentuk pribadi yang shalih dan berkepribadian Islam dengan tetap memperhatikan aspek akademik.

Orangtua seyogyanya menjadi madrasah pertama bagi anak dengan mendidik dan menanamkan akidah Islam yang kokoh serta memberikan keteladanan yang baik. Anak laki-laki maupun perempuan dididik sesuai fitrah. Khusus anak laki-laki, diajarkan kemandirian dan hard-skill yang kelak berguna sebagai bekal mencari nafkah. Pun anak perempuan, dididik untuk lembut dan memiliki skill sebagai bekal menjadi ummu warabatul bayt (ibu dan pengatur rumah tangga). Penanaman akidah dan prinsip yang kuat juga sangat penting agar anak tak mudah terbawa arus negatif pergaulan.

Masyarakat berperan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi yaitu dengan menjaga pergaulan dan amar makruf nahi munkar. Para tokoh misalnya, harus memberi teladan baik bagi remaja. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga harus dihidupkan dengan banyak melibatkan remaja agar energi mereka tersalurkan untuk hal positif dan bermanfaat. Selain itu, kehadiran remaja di masyarakat juga harus diapresiasi dan suaranya didengar agar mereka merasa dihargai.

Selanjutnya sanksi hukum yang tegas baik kepada pembuat, penjual, pembeli, dan siapapun yang terlibat dalam penyebaran narkoba. Sanksi ini dikenakan setelah segala upaya preventif dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku dan mencegah orang lain terlibat hal serupa. Wallahu a'lam bishshawab
Bagikan:
KOMENTAR