‎ ‎
‎ ‎

Dirut PLN Minta Maaf dan Ungkap Penyebab Blackout Massal di Sumatera


author photo

23 Mei 2026 - 23.39 WIB




Medan, 23 Mei 2026 — PT PLN (Persero) resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera atas terjadinya pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat malam, 22 Mei 2026. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, di hadapan media.

Gangguan Transmisi 275 kV Jadi Pemicu Utama

Dalam keterangannya, Darmawan menjelaskan bahwa penyebab utama blackout massal ini bersumber dari gangguan pada ruas transmisi tegangan tinggi 275 kV yang menghubungkan wilayah Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi. Gangguan tersebut disinyalir dipicu oleh indikasi awal gangguan cuaca yang memengaruhi jaringan transmisi interkoneksi Sumatera.

Terputusnya jalur transmisi utama ini berdampak seperti efek domino — memutus pasokan listrik secara beruntun ke berbagai wilayah, mulai dari Sumatera Bagian Selatan, Sumatera Bagian Tengah, hingga Sumatera Bagian Utara, termasuk Provinsi Aceh.

Pemulihan Bertahap, PLTU Batubara Butuh Waktu Lebih Lama

Darmawan menyebut bahwa proses perbaikan terus dilakukan secara intensif sejak malam kejadian. Hasilnya, sebagian besar sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Selatan, Tengah, dan Utara telah mulai pulih dan kembali menyala secara bertahap.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa untuk pembangkit listrik berbasis PLTU batubara, proses pemulihan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Hal ini disebabkan oleh karakteristik teknis PLTU batubara yang tidak dapat langsung dinyalakan kembali secara instan setelah mengalami trip total.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Tim kami bekerja tanpa henti untuk memulihkan pasokan listrik sepenuhnya," ujar Darmawan dalam konferensi pers yang disiarkan oleh Kompas TV.

Dampak Luas Dirasakan Warga Sumatera

Blackout yang terjadi sejak Jumat malam ini menimbulkan dampak yang cukup luas bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta sejumlah fasilitas publik terganggu akibat padamnya listrik yang berlangsung hingga berjam-jam. Di media sosial, peristiwa ini langsung viral dengan tagar #sumatera, #medan, #gelap, dan #pln yang ramai diperbincangkan warganet.

Sejumlah warga mengungkapkan keresahan mereka, terutama mereka yang tinggal di daerah yang belum mendapatkan pemulihan listrik hingga Sabtu pagi.

Harapan Warga dan Evaluasi Infrastruktur

Peristiwa blackout massal ini kembali membuka diskusi publik soal ketahanan infrastruktur kelistrikan di Sumatera yang dinilai masih rentan terhadap gangguan cuaca dan beban transmisi. Masyarakat berharap PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pemerintah dan DPR diharapkan turut mendorong percepatan investasi pada jaringan transmisi dan diversifikasi sumber energi di Sumatera, guna menjamin keandalan pasokan listrik bagi jutaan warga yang bergantung padanya.


Sumber: Kompas TV / @totalpolitikcom

Ditulis oleh: Juliana, Mahasiswa Universitas Malikussaleh, Aceh — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Politik
Bagikan:
KOMENTAR