‎ ‎
‎ ‎

25 Tahun KMKB Mengguncang: Ribuan Semangat Persatuan dan Pelestarian Budaya Menggema dari Bumi Barito Kuala


author photo

1 Jun 2026 - 03.13 WIB


BANJARMASIN – Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Barito Kuala (KMKB) menandai usia seperempat abad organisasi dengan menggelar Gebyar Anniversary KMKB Ke-25 yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Mei 2026. Perayaan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat solidaritas mahasiswa daerah, tetapi juga menegaskan komitmen generasi muda dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Senin ( 1 Jun 2026).

Mengusung tema “Bertumbuh Dalam Karya, Menginspirasi Bersama”, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bidang Pemberdayaan Mahasiswa dan Bidang Budaya Kedaerahan KMKB. Berbagai agenda olahraga, kebersamaan, hingga edukasi budaya diselenggarakan sebagai bentuk refleksi perjalanan organisasi yang telah berdiri selama 25 tahun.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertandingan bola voli di Lapangan Bola Voli Pantai PBVSI Kalimantan Selatan pada Jumat (22/5), yang dilanjutkan mini soccer di BARITOPIA pada malam harinya. Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan senior KMKB sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan lintas generasi dalam organisasi.

Memasuki hari kedua, Sabtu (23/5), semangat kebersamaan kembali terlihat melalui pertandingan badminton di Exco Center. Selain menjadi wadah olahraga, kegiatan tersebut juga memperlihatkan tingginya sportivitas dan kekompakan antaranggota KMKB.

Puncak perhatian peserta tertuju pada Webinar Kedaerahan KMKB 2026 yang digelar pada Minggu (24/5) dengan tema “Peran Pemuda dalam Pelestarian Budaya Daerah”. Forum tersebut menjadi ruang diskusi yang membahas tantangan dan strategi menjaga identitas budaya lokal di era digital.

Ketua Dewan Kesenian Kalimantan Selatan periode 2023–2028, Dr. Taufik Arbain, M.Si, yang menjadi narasumber pertama, menegaskan bahwa budaya daerah merupakan identitas masyarakat yang harus dijaga oleh generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai media promosi budaya, bukan menjadi alasan untuk meninggalkan tradisi lokal. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya harus diwujudkan melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga nilai, bahasa, kesenian, dan tradisi daerah.

Sementara itu, Diang Barito Kuala 2025, Annisa Fakhriah, S.Pd, menyoroti peran strategis pemuda sebagai garda terdepan pelestarian budaya. Ia mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengenalkan budaya Banjar dan budaya khas Barito Kuala melalui media sosial, pendidikan, komunitas, hingga aktivitas sehari-hari.

Kehadiran Atak dan Diang Barito Kuala dalam webinar tersebut menjadi simbol kolaborasi antarelemen pemuda daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. KMKB menilai pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pelaku seni, melainkan tugas bersama seluruh generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif yang membahas tantangan pelestarian budaya di era digital, mulai dari menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal hingga derasnya pengaruh budaya luar, berlangsung dinamis dan mendapat respons positif dari peserta.

Ketua Pelaksana Webinar Kedaerahan KMKB 2026, Nur Hadi Saputra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

“Kami berharap webinar ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap budaya lokal sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menjadi pelopor pelestarian budaya di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum KMKB, Muhamad Ilmi Mubarak, menegaskan bahwa webinar tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas daerah melalui kebudayaan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan perkembangan dunia modern agar tetap relevan dan tidak tergerus zaman.

Rangkaian Gebyar Anniversary KMKB Ke-25 ditutup di Asrama Putra Barito Kuala yang juga menjadi Sekretariat KMKB. Acara berlangsung hangat dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, penayangan after movie kegiatan, serta tukar kado antar pengurus.

Ketua Pelaksana Gebyar Anniversary KMKB Ke-25, Muhammad Ansyari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, senior, sponsor, dan pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Momentum 25 tahun KMKB ini diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat solidaritas organisasi serta menghadirkan program-program yang lebih bermanfaat bagi mahasiswa dan daerah,” katanya.

Melalui perayaan seperempat abad tersebut, KMKB menegaskan posisinya tidak hanya sebagai wadah silaturahmi mahasiswa Barito Kuala, tetapi juga sebagai motor penggerak generasi muda dalam menjaga, memperkenalkan, dan mewariskan budaya daerah kepada generasi mendatang.(**)
Bagikan:
KOMENTAR