‎ ‎
‎ ‎

Pancasila Di Tengah Keberagaman: Unimal Teguhkan Persatuan, Serukan Perdamaian Dunia


author photo

2 Jun 2026 - 14.34 WIB




ACEH UTARA – Semangat persatuan bangsa menggema dari Kampus Reuleut saat sivitas akademika Universitas Malikussaleh (Unimal) memperingati Hari Lahir Pancasila 2026, Selasa (2/6). Momentum nasional itu dimaknai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan peneguhan komitmen menjaga kebhinekaan serta memperkuat kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia.

Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra Asean ASEAN Eng, yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa Pancasila harus terus menjadi energi pemersatu di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Indonesia. Mengenakan pakaian adat Sumba, Nusa Tenggara Timur, ia menampilkan simbol nyata keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.

Membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Herman menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” menegaskan posisi strategis Pancasila sebagai perekat kehidupan nasional sekaligus inspirasi bagi terciptanya tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.

“Pancasila harus hidup dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Persatuan bangsa adalah modal utama untuk menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan Indonesia sebagai negara maju,” ujarnya.

Menurut Herman, nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi landasan moral dalam membangun perdamaian global melalui prinsip keadilan sosial dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Sebagai kampus yang dihuni mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari berbagai latar belakang, Unimal memiliki tanggung jawab besar menjaga harmoni serta menyiapkan generasi emas Indonesia yang berkarakter kebangsaan kuat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila juga mendapat perhatian kalangan akademisi. Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal, Dr. Indrayani M.Si, menilai momentum tersebut menjadi ruang refleksi untuk memperkuat peran Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus pedoman pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Sementara itu, dosen Fakultas Hukum Unimal, Shella Azkiya M.H., menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi ruh dalam setiap produk hukum yang lahir di Indonesia. Menurutnya, hukum tidak cukup hanya menjamin kepastian, tetapi juga harus menghadirkan keadilan, kemanfaatan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Unimal tahun ini menjadi penegasan bahwa kampus bukan hanya pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga benteng penguatan ideologi bangsa dalam menjaga persatuan nasional dan mendorong lahirnya perdamaian dunia.(**)
Bagikan:
KOMENTAR