“Ikhtiar Membangun Peradaban Umat”


author photo

3 Jul 2026 - 21.21 WIB




Oleh: Bunda Maryam


Ajaran islam begitu luas dan mendalam. Agama tauhid ini mengajak manusia memperhatikan kehidupan sejak bangun tidur sampai tegaknya negara. 

Islam lengkap dan paripurna yang mengatur bagaimana umat membangun kehidupan bersama, tidak sebatas religiusitas. Selain kewajiban yang bersifat individual (fardhu 'ain), syariat juga mengenal kewajiban kolektif atau fardhu kifayah. Keduanya saling berhubungan, berdampak dan mengikat satu sama lain. 

Pemahaman tentang fardhu kifayah di tengah masyarakat masih sering dipersempit pada pengurusan jenazah. Bisa jadi memang fakta itulah yang paling dekat dan gampang terindera. Namun cukupkah? Ulama dari waktu ke waktu punya penjelasan komprehensif tentang kesadaran kolektif yang jauh lebih luas. 

Umat memiliki kebutuhan dan penunaian yang terkategori fardhu khifayah dalam banyak aspek perbuatan. Bila tidak ada yang menjalankannya, maka seluruh muslim turut bertanggung jawab kelak di hadapan Allah SWT.

Berikut firman Allah yang menjelaskan hal tersebut, "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar." (QS Ali Imran: 104). 


Perbedaan pandangan mengenai bentuk dan praktik penyelenggaraannya merupakan bagian dari khazanah ijtihad Islam yang kaya. Namun, seluruhnya berangkat dari semangat yang sama, yakni menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan kehormatan manusia sebagai tujuan utama syariat (maqashid asy-syariah).

Kaum muslimin wajib berperan dalam aspek dan kemampuannya masing-masing dalam rangka tanggung jawab tersebut. Fardhu kifayah tidak cukup berhenti pada tataran teori, tapi juga aksi. Ada yang mengambil peran sebagai pendidik, penyelenggara dakwah, syiar di media digital, parenting dan lain sebagainya. Semua itu merupakan bentuk kontribusi yang saling melengkapi dalam membangun peradaban Islam. 


Pada akhirnya, fardhu kifayah dalam dakwah kolektif perlu dijaga keberadaan dan kesolidannya menuju kebangkitan peradaban umat islam. Ia kombinasi unik kesadaran pemikiran umat, kolaborasi yang berkesinambungan, dan keistiqamahan perjuangan segala pihak.

Semoga Allah SWT menjadikan kita bagian dari hamba-hamba-Nya yang tidak hanya tekun beribadah secara personal, tetapi juga punya kepekaan keumatan. Insyaallah, pahala jariyah ini akan terus mengalir sampai ke anak, cucu, cicit dan generasi berikutnya. Jangan sia-siakan kesempatan ini! []
Bagikan:
KOMENTAR