PIDIE JAYA - Ketika lumpur bencana hidrometeorologi mencoba memensiunkan cangkul secara paksa, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendadak mengaktifkan mode super-proaktif yang membuat traktor 4 WD berstatus bagaikan pahlawan super. Melalui operasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon), Dinas Pertanian Pidie Jaya yang dikomandoi Plt. Kepala Dinas M. Nur Isga, SP, M.Si, merilis aksi nyata di Gampong Beuringen dengan menugaskan traktor 4 WD ber-implement disc plow untuk membajak sisa-sisa trauma bencana menjadi barisan optimisme baru di atas tanah rakyat.
Langkah kilat yang mematahkan stigma "birokrasi lambat" ini tentu memicu decak kagum, meski sirine darurat belum sepenuhnya mati. Di wilayah Blang Cut, Buangan, dan Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, lahan pertanian warga masih terkunci dalam status rusak berat—sebuah pengingat keras bahwa armada traktor Pemkab tak boleh buru-buru masuk garasi sebelum seluruh sawah pulih total.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, menyambut sigap aksi jajarannya dengan melontarkan pesanan hangat: rehab-rekon dilarang berhenti pada seremoni liputan atau sekadar foto dokumentasi. Pemulihan sejati adalah ketika cangkul kembali beradu dengan tanah dan asap dapur petani kembali mengepul. Bupati menekan seluruh lini birokrasi agar tidak sekadar menunggu laporan di balik meja, melainkan terus menyisir data, memprioritaskan area paling terpukul, dan mempercepat bantuan tanpa belitan benang kusut administrasi.
Masyarakat petani yang tadinya gigit jari kini mengintip harapan baru. Dukungan alat berat, pendampingan teknis yang tidak setengah-setengah, serta sinergi tanpa sekat birokrasi menjadi taruhan besar Pemkab Pidie Jaya. Jika konsistensi ini terjaga hingga hektar terakhir di Meurah Dua kembali hijau, Pidie Jaya tak hanya sekadar pulih dari bencana, tetapi juga sukses membuktikan bahwa pemerintah daerah bisa bergerak lebih cepat daripada gerak laju erosi tanah.
Langkah inovatif yang kini ditunggu publik bukan lagi sekadar pendampingan teknis dan seremonial penyerahan bantuan, melainkan kemampuan Pemkab untuk bergerak mendahului keluhan warga. Jika satu traktor sanggup menghidupkan kembali asa di Beuringen, maka mobilisasi armada skala besar ke Meurah Dua akan mengubah optimisme pascabencana menjadi kedaulatan pangan yang nyata. Petani Pidie Jaya siap bekerja keras melumpur kembali di sawah, asalkan pemerintah daerah tetap menjaga laju mesin pemulihannya di gigi tinggi bukan berpindah ke gigi netral begitu kamera media mulai redup. (Gg)