Hakikat Meraih Kemerdekaan yang Hakiki


author photo

13 Agu 2026 - 19.09 WIB



Penulis: Titin Kartini 

Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan menyambut perayaan HUT RI yang ke-81, antusias rakyat dalam menyambut perayaan kemerdekaan sudah begitu terasa ketika memasuki bulan Agustus setiap tahunnya. Rakyat berlomba-lomba menghias lingkungan masyarakat tempat tinggal mereka dengan bendera merah putih, umbul-umbul, aneka hiasan bernuasa merah putih, bahkan lampu kelap-kelip menambah kesan mewah nan meriah. Tentunya kita bahagia tak terasa sudah terlepas dari penjajahan secara fisik memasuki usia 81 tahun. 

Namun, benarkah kita sudah benar-benar merdeka secara pemikiran? Tentu saja tidak, karena negeri ini masih dicengkeram pemikiran barat dalam menentukan arah hidup rakyatnya. Merdeka yang sesungguhnya tak benar-benar rakyat rasakan, perayaan kemerdekaan hanyalah simbol ritual belaka karena rakyat hingga saat ini masih merasakan berbagai macam problematika hidup bahkan semakin berada diambang mengkhawatirkan.

Masalah ekonomi yang kian sulit, harga-harga kebutuhan pokok mencekik, pendidikan dan kesehatan kian mahal , pajak terus digalakkan bahkan rakyat terus diburu untuk membayar pajak disetiap lini kehidupan. Pengangguran kian menumpuk yang akhirnya menimbulkan kejahatan yang semakin merajalela.

Namun ironisnya, para pemangku jabatan kekuasaan seakan menutup mata dan telinga akan jeritan rakyat, bahkan mereka asyik berkorupsi, berfoya-foya dengan tak malunya memamerkan kehidupan hedon ditengah rintihan kelaparan rakyatnya. Mereka mengeluarkan aturan-aturan untuk mempersulit rakyat. 

Indonesia negeri khatulistiwa, negeri indah dengan hamparan hijau dan luasnya lautan, berbagai macam tanaman tumbuh di negeri ini, perut bumi menyimpan berbagai macam sumber daya alam yang melimpah namun rakyatnya tetap terjajah. Hal ini tentu saja akibat dari sistem yang diterapkan dan ditegakkan kapitalisme sekuler liberal. Sistem ini yang meluluhlantakkan tatanan kehidupan manusia bahkan binatang pun menjadi korbannya. Asas sistem kapitalisme sekuler liberal yang hanya berlandaskan hawa nafsu manusia demi dirinya atau golongannya saja. Sumber daya alam yang melimpah tak dikelola oleh negara, namun diserahkan pada oligarki. Alhasil rakyat tak dapat menikmati hasil dari kekayaan alam yang dimiliki.

Hakikatnya ketika suatu negeri sudah merdeka, rakyat tak merasakan lagi kelaparan, kemiskinan, dan sulitnya mendapatkan jaminan pendidikan, kesehatan, bahkan keamanan. Karena negara dan penguasa mengurus semua kebutuhan pokok rakyatnya, memberikan jaminan kesehatan, pendidikan dan tentunya rasa aman dalam berbagai bidang kehidupan seperti pergaulan, sosial dan budaya dari masuknya pemikiran-pemikiran asing yang dapat merusak rakyat terutama generasi penerus bangsa, menutup kran-kran kemaksiatan dari hulu hingga hilir.

Akan tetapi suatu keniscayaan jika negeri ini masih menerapkan sistem kapitalisme sekuler liberal. Allah Swt. berfirman dalam surat Al Maidah ayat 50 yang artinya "Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?".

Dalam terjemahan surat Al Maidah ayat 50 di atas, bangsa ini yang mayoritas beragama Islam harusnya meyakini seyakin-yakinnya tanpa ada keraguan sedikit pun akan hukum-hukum Allah Swt. bukankah utusan Allah sang suri teladan kita, Nabiyullah Muhammad Saw. telah mencontohkan langsung bagaimana hukum Islam dapat menyelesaikan setiap problematika kehidupan manusia dari A sampai Z, dari bangun diri hingga bangun negara, setelah Rasulullah Saw. wafat kepengurusan umat diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah selanjutnya, sehingga Islam dengan sistemnya mampu menguasai 3/4 dunia dan membawa kegemilangan hidup manusia.

Wahai penguasa negeri takutlah akan azab-Nya jika kalian masih tetap berpegang teguh pada hukum thaqut, menyengsarakan rakyat lahir batin yang kian hari kian menyayat hati. Ubahlah sistem kufur buatan manusia, ganti dengan sistem-Nya yang tentu bersumber pada Al Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman kehidupan manusia.

Allah Swt. pun berfirman dalam surat Ar-Ra'd ayat 11, yang berbunyi: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." Alhasil untuk mendapatkan kemerdekaan hakiki seluruh rakyat Indonesia juga seluruh kaum Muslim maka bersegeralah kita kembali kepada Allah dan Rasul-Nya. Wallahu a'lam.
Bagikan:
KOMENTAR