MEDAN, 13 Agustus 2026 — Penguatan kerja sama ekonomi antarprovinsi di Sumatera perlu melampaui koordinasi pemerintahan. Dunia usaha membutuhkan ekosistem kawasan yang terkoneksi dari produksi hingga pasar.
Hal ini disampaikan Muhammad Mada, mewakili Ketua Umum KADIN Aceh, pada Rapat Koordinasi Kerja Sama Antar Daerah se-Sumatera bertema “Memperkuat Kolaborasi dan Mendorong Pertumbuhan Kawasan” yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Dyandra, dua hari, Rabu dan Kamis (12-13/8/2026).
Ia menegaskan Sumatera memiliki potensi ekonomi besar. Kontribusi ekonomi Pulau Sumatera terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di kisaran 22,1% hingga 22,2%. Tentunya akan lebih besar jika kedepan tiap provinsi dapat terhubung dalam satu rantai nilai kawasan. “Sumatera harus dilihat sebagai satu kawasan ekonomi, bukan sekadar kumpulan pasar provinsi. Jika rantai pasok terhubung, nilai tambahnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Direktur Eksekutif KADIN Aceh, Teuku Jailani yang turut mendampingi menyebutkan agenda Rakor Kerjasama ini digagas untuk menghasilkan beberapa hal penting antaranya : Kolaborasi antar provinsi di Sumatera harus mewujudkan proyek prioritas regional yang terukur. Sektor kerjasama mencakup ekonomi, konektivitas, perdagangan, investasi, komoditas unggulan, digitalisasi, dan lingkungan serta pembentukan forum koordinasi antar pemerintah daerah se-Sumatera
“Pemerintah membangun konektivitas dan penyederhanaan regulasi, dunia usaha menggerakkan ekonomi. Jika Kawasan Sumatera ini terkoneksi, kontribusi terhadap ekonomi nasional akan jauh lebih besar dan nilai tambah bagi masyarakat akan bertambah", tutup Teuku Jailani. [*]