‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎
‎ ‎

KKN Kelompok 32 Hidupkan Semangat Belajar Anak Desa Meunye Cut Bahagia, Ditutup Lomba Cerdas Cermat


author photo

25 Agu 2026 - 21.28 WIB




ACEH UTARA — Semangat belajar anak-anak Desa Meunye Cut Bahagia, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, mendapat suntikan energi dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 Universitas Malikussaleh (UNIMAL).

Melalui program bimbingan belajar (bimbel), mahasiswa KKN tidak sekadar mendampingi anak-anak mengerjakan tugas sekolah, tetapi juga berupaya membangun suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan mendorong keberanian mereka untuk aktif bertanya serta menyampaikan pendapat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan anak-anak di tingkat desa. Materi pembelajaran diberikan melalui pendampingan, pengulangan pelajaran yang telah diterima di sekolah, hingga membantu peserta memahami tugas-tugas akademik.

Puncak kegiatan berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, ketika rangkaian bimbingan belajar ditutup dengan lomba cerdas cermat yang digelar di Meunasah Desa Meunye Cut Bahagia.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang perlombaan. Mereka dibagi dalam sejumlah kelompok dan diuji melalui pertanyaan seputar pengetahuan umum serta materi pembelajaran. Setiap peserta dituntut berpikir cepat, menjawab secara tepat, sekaligus membangun kekompakan bersama anggota kelompoknya.

Lomba tersebut bukan semata-mata perebutan kemenangan. Di balik kompetisi itu, mahasiswa KKN Kelompok 32 menyisipkan nilai pendidikan yang lebih luas, mulai dari melatih konsentrasi, keberanian tampil, kemampuan berpikir kritis dan cepat, hingga membangun semangat kerja sama.

Suasana meunasah pun berubah menjadi ruang belajar yang hidup. Sorak dan antusiasme peserta mengiringi setiap pertanyaan dan jawaban yang dilontarkan. Anak-anak tampak menikmati proses belajar dalam format yang lebih ringan dan kompetitif.

Bagi mahasiswa KKN Kelompok 32, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial selama masa pengabdian. Lebih jauh, bimbingan belajar dan cerdas cermat diharapkan mampu menanamkan motivasi kepada anak-anak agar terus mengembangkan kemampuan, percaya diri terhadap potensi yang dimiliki, serta memiliki semangat kuat untuk menuntut ilmu.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat dapat diarahkan tidak hanya pada kegiatan sosial, tetapi juga pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi penting bagi masa depan generasi desa.

Dengan berakhirnya rangkaian bimbingan belajar dan lomba cerdas cermat, KKN Kelompok 32 meninggalkan sebuah pesan sederhana namun penting: pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan buku pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak diberi ruang untuk belajar, berani mencoba, dan tumbuh bersama.(**)
Bagikan:
KOMENTAR