Mahasiswa KKN Unimal Ajarkan Anak Blang Crok Berani Berkata “Tidak” Pada Kekerasan Seksual


author photo

13 Agu 2026 - 19.42 WIB


ACEH UTARA — Anak-anak di Gampong Blang Crok, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, diajak mengenali batas tubuh dan memahami bahaya kekerasan seksual. Edukasi itu digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh Kelompok 22 pada Sabtu sore, 8 Agustus 2026. Kamis (13 Agu 2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam sesi psikoedukasi yang berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak menggunakan bahasa yang rumit. Mereka memilih contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak agar pesan tentang perlindungan diri mudah dipahami.

Salah satu pesan utama yang disampaikan ialah setiap anak memiliki batas pribadi. Batas itu harus dihormati, termasuk oleh orang yang lebih tua maupun orang yang dikenal.

Anak-anak juga diajak memahami bahwa mereka berhak mengatakan “tidak” terhadap sentuhan atau perlakuan yang membuat mereka merasa takut, risih, atau tidak nyaman.

Jika menghadapi situasi semacam itu, mereka diarahkan untuk segera bercerita kepada orang tua, guru, atau orang dewasa lain yang dipercaya.

Faradisa Atrizia, penanggung jawab program, mengatakan edukasi perlindungan diri perlu diberikan sejak dini. Namun, penyampaiannya tidak boleh membuat anak justru merasa takut.

«“Kami ingin anak-anak paham bahwa mereka berhak merasa aman dan nyaman. Mereka juga perlu tahu, kalau ada hal yang bikin tidak nyaman, mereka boleh menolak dan bercerita kepada orang dewasa yang mereka percaya,” ujar Faradisa.»

Menurut dia, pendidikan perlindungan anak bukan sekadar mengenalkan potensi bahaya. Anak juga perlu dibekali keberanian untuk menyampaikan pengalaman yang membuat mereka tidak nyaman.

Karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 22 menggunakan metode tanya jawab dan contoh kasus sederhana. Anak-anak diberi ruang untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta mengenali perbedaan antara situasi yang aman dan situasi yang patut diwaspadai.

Pendekatan tersebut dipilih agar pembicaraan mengenai kekerasan seksual tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak. Sebaliknya, anak diharapkan memahami bahwa meminta bantuan bukan tindakan memalukan.

Program itu sekaligus menjadi bagian dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap perlindungan anak di tingkat gampong. Pengetahuan sederhana tentang batas tubuh dan keberanian bersuara diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak Blang Crok untuk melindungi diri.

Dengan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Amru Usman, S.E,Ak., M.Sc mahasiswa kelompok 22 KKN PPM Unimal ini beranggotakan Aditya Firmansyah Mrp selaku ketua kelompok, serta Nazwa tiandra alea, Faradisa atrizia, Indah putri, Tria aulia rahmah, Fika fazila, Devi aulia sari, Rivia, Dinda Nur fadillah razak, Risqy irwanda, Al Ikhlas akmal, dan Muhammad ziyad ali. 

Mahasiswa KKN Kelompok 22 berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sesi penyuluhan. Kesadaran tentang keamanan anak diharapkan tumbuh menjadi perhatian bersama sehingga Gampong Blang Crok dapat menjadi ruang yang lebih aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak.(**)
Bagikan:
KOMENTAR