ACEH UTARA — Upaya memperkuat penataan lingkungan sekaligus memudahkan masyarakat mengenali wilayah permukiman dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Kelompok 39 melalui pemasangan plang nama dusun atau lorong di Desa Sido Muliyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (25/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN yang menyasar kebutuhan sederhana namun memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Keberadaan plang diharapkan tidak sekadar menjadi penanda fisik, tetapi juga memperkuat identitas setiap lorong serta memudahkan warga maupun pendatang menemukan lokasi di kawasan desa.
Ketua KKN UNIMAL Kelompok 39, Muhammad Zaki Alwan, mengatakan pemasangan plang dilakukan setelah mahasiswa berkoordinasi dengan aparatur Desa Sido Muliyo untuk menentukan titik yang dinilai strategis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Program ini kami pilih karena plang nama lorong memiliki manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Dengan adanya penanda yang jelas, warga maupun masyarakat dari luar desa akan lebih mudah mengenali lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, proses pemasangan tidak dilakukan secara sepihak. Mahasiswa terlebih dahulu berdiskusi dengan aparatur desa, menentukan lokasi, kemudian melaksanakan pemasangan bersama pihak terkait.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi berupaya menjawab kebutuhan nyata yang ditemukan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
Geuchik Sido Muliyo, Safruddin, menyambut positif inisiatif mahasiswa tersebut. Ia menilai keberadaan plang nama lorong penting untuk memperjelas identitas kawasan sekaligus membantu masyarakat memberikan informasi mengenai lokasi.
“Kami sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKN ini karena plang nama lorong memang dibutuhkan untuk memperjelas penanda jalan di desa. Semoga plang yang sudah dipasang dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Safruddin.
Pemasangan plang juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, aparatur desa dan masyarakat. Interaksi langsung selama proses pengerjaan membuat mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi turut memahami kebutuhan dan kondisi lingkungan masyarakat secara lebih dekat.
Bagi KKN UNIMAL Kelompok 39, pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Fasilitas sederhana seperti penanda lorong pun dapat memberikan dampak konkret ketika dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap plang yang telah dipasang dapat dirawat secara bersama dan menjadi fasilitas yang bermanfaat dalam jangka panjang.
Kegiatan itu sekaligus menegaskan peran mahasiswa KKN sebagai bagian dari masyarakat selama masa pengabdian—hadir bukan hanya membawa program, tetapi juga meninggalkan kontribusi nyata yang dapat terus digunakan warga Desa Sido Muliyo.(**)