Oleh : Nikita Chairunnisa
Kezaliman laknatullah zionis Israel terhadap penduduk Palestina semakin masif dan brutal, apa yang dilakukan oleh zionis Israel ini adalah tindakan paling keji dan tidak bermoral di dunia modern saat ini. Semua kekejian yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina dapat ditonton oleh semua penduduk lain di dunia, namun tak mampu berkutik membantu saudara-saudara kita di Palestina, jangankan masyarakat awam bahkan selevel PBB hanya mampu sampai level mengutuk peristiwa yang zionis Israel lakukan namun tak ada aksi yang jelas untuk menghentikan kebiadaban perlakuan zionis Israel ini.
Tindakan biadab zionis Israel ini tidak hanya menargetkan orang-orang dewasa, namun juga anak-anak. Dari bulan Januari 2024 hingga Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, lebih dari satu anak setiap minggunya. Lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, dengan hampir separuhnya terluka akibat peluru tajam. Dan 355 anak Palestina dari Tepi Barat sedang ditahan dalam tahanan militer Israel.
Kejahatan Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina terbukti sangat biadab dan menjijikkan, serta menimbulkan trauma, penderitaan dan kerusakan nyata bagi anak2 Palestina. Dari penyerangan Zionis Israel terhadap anak-anak Palestina ini membuktikan kebiadaban mereka, bayangkan anak-anak yang tidak bersenjata, tidak menyerang mereka, tapi mereka yang tidak punya hati membunuh mereka, menembaki mereka, dan memenjarakan mereka. Sebuah tindakan sangat rendah menyerang orang yang lemah bahkan mereka itu anak-anak yang tak berdaya namun dilecuti senjata. Zionis sengaja meningkatkan teror, ribuan serangan, pengusiran, perampasan dan genosida dalam senyap untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza.
Kejahatan Zionis pada anak-anak Palestina harus dilawan, sayangnya dunia dan para penguasa di negeri muslim justru bungkam dan tak berani memerangi Zionis Israel. Dengan bungkamnya para penguasa di negeri muslim ini membuat Zionis Israel semakin unjuk gigi dalam melakukan serangan secara masif. Permasalahan Palestina kerap jadi topik pembahasan di sidang PBB, tapi hasilnya kerap kali hanya berupa protes dan kutukkan dari petinggi PPB dan perwakilan negara lain di depan para hadirin rapat. Tak ada aksi nyata yang diberikan kepada Israil yang bisa membuat Israel jera akibat serangan yang mereka lakukan pada penduduk di Palestina khususnya wilayah tepi Barat. Angka kematian anak-anak Palestina ibaratkan hanya angka biasa bagi mereka di PBB atau khususnya UNICEF yang berperan khusus di bagian perlindungan anak skala dunia. Sehingga hasil bahasan topiknya cukup pada kutukkan saja.
Jika dalam kacamata islam, Islam mengharamkan pembiaran kejahatan pada anak-anak dan kemanusiaan secara total, bahkan di dalam islam sangat menjaga hak hidup. Dalam Islam membunuh satu nyawa manusia yang tidak berdosa maka dosanya sama dengan membunuh semua manusia di dunia ini. Sehingga dengan nilai seperti ini jika islam dijadikan pedoman dan kehidupan secara utuh maka tidak akan terjadi pembunuhan anak-anak seperti di tepi Barat ini.
Untuk menghentikan kekejian tindakan Zionis Israel ialah dengan Ukhuwah Islam, persatuan negeri-negeri muslim dan penegakan Khilafah sangat penting diwujudkan untuk melawan kejahatan Zionis Israel. Karena dengan ini kaum muslim punya kekuatan untuk melawan kezaliman dalam satu pimpinan, sehingga tak terpecah-belah oleh tujuan lainnya.
Dan juga Seruan jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina harus terus-menerus digaungkan oleh partai politik ideologis hingga pembebasan Palestina terwujud nyata. Karena pembebasan Palestina dan tegakknya khilafah adalah urgensi umat yang perlu diperjuangkan agar umat hari ini tidak semakin disiksa oleh kaum menjijikkan seperti Zionis Israel Laknatullah