Asmara Berujung Petaka, Saatnya Generasi Diselamatkan


author photo

15 Sep 2026 - 16.28 WIB



Oleh : Aisha Besima (Aktivis Muslimah Saijaan)
Generasi sekarang terus dibanjiri arus informasi yang berlimpah, ditambah kemudahan teknologi yang melenakan. Sehingga semua kemudahan hidup seakan dimiliki pemuda hari ini. Tumbuh dan berkembang diasuh sosmed, kemudahan fasilitas dan keberlimpahan akses informasi.
Tidak selalu beriringan dengan kesiapan mental untuk jatuh maupun gagal. Gambaran sosmed yang estetik, kehidupan dunia digital yang serba cepat dan perlombaan gaya hidup menjadi tekanan batin yang teramat berat bagi generasi hari ini. Ditambah adanay game onlone, koneten pornografi yang bebas akses, plus paket combonya lagi judol serta pinjol. Membuat generasi sering kali tersandung bahkan terjerat didalamnya, serta sangat suli keluar dalam lingkaran setan tersebut. Ditamabah konten romantic yang bertebaran, membuat generasi muda yang naluri berkasih sayangnya yang tinggi, butuh penyaluran dengan cara berpacaran, hingga akibatnya fatal. Seperti yang terjadi kepada seorang gadis.
Teka-teki hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (17), perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang yang dilaporkan hilang baru terungkap setelah satu tahun lamanya. Mozza ternyata tewas dibunuh dan ditemukan tinggal kerangka di tebing jalan tol Jangli, Kota Semarang. Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana membeberkan sejumlah kendala yang dialami polisi. Menurut dia, kendala utama yakni kurangnya petunjuk yang didapatkan."Sebenarnya kalau kendala itu kan terkait dengan bukti dan petunjuk yang tersedia ya. Jadi bukti dan petunjuk yang ada itu terbatas," kata Bodia saat dihubungi detikJateng, Sabtu (5/9/2026) (apps.detik.com/detik, sabtu 5/9/2026).
Kasus pembunuhan sadis terhadap dua bersaudara Rani (18) dan Ayuhana (13) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menyisakan luka mendalam yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga mengguncang warga sekitar. Setelah dinyatakan hilang sejak 27 Oktober 2021, keduanya baru ditemukan dalam kondisi kerangka pada Minggu (6/9/2026) di sebuah rumah kosong kawasan Perumahan Amanah, sekitar satu kilometer dari rumah korban di Kelurahan Keramat Raya.(https://regional.kompas.com, Rabu 9/9/2026).
Dari kasus Mozza dan rani serata adiknya diatas, menjadi Gambaran miris sekaligus sadis. Miris karena seorang gadis belia terhenti mimpinya karena dibunuh, sadis karena pelakunya pun melakukannya dengan sadis dan dia seorang pemuda. Namun, ada yang harus jadi perhatian kita bersama. Bagaimana hari, disistem sekuler hari ini kita dengan mudah mendapatkan berita kasus pembunuhan. Kita harus memahami akar masalahnya terlebih dahulu. Generasi hari ini terpapar banyak sekali dari dunia digital, konten-konten yang mengumbar kemesraan, keintiman bahkan pornografi yang sangat masif. Ditambah, generasi hari ini tidak memahami batasan dalam pergaualan, batasan interaksi. Maka berpacaran cek in, staycation bahkan living together menjadi gaya berpasangan pemuda hari ini. Didukung dengan minimnya akidah dan peran orang tua dalam menjaga ataupun mengarahkan generasi.
Disistem hari ini negara tidak berperan dalam penjagaan generasi muda untuk mengelola naluri seksual yang benar menurut syariat. Naluri itu sendiri bukan jahat, tapi harus disalurkan sesuai ketentuan Allah. Jika dibiarkan tanpa aturan sebagaimana hari ini, maka yang terjadi Adalah bencana. System sekuler hari ini, membiarkan hubungan laki-laki dan Perempuan bebas tanpa Batasan. Padahal justru disanalah akar masalahnya. Ketika naluri tidak dibatasi syariat, ia akan menumbuhkan rasa posesif, cemburu buta, kecemburuan, dan akhirnya kebencian yang berujung pembunuhan yang sadis.
Kasus Mozza ini Adalah bukti nyata rasa ‘’memiliki’’ yang berlebihan dan melanggar syariat islam, cemburu yang tidak terkontrol. Kemrahan itupun meledak, disemai dan tumbuh subur dalam hubungan yang haram (berpacaran) yang tidak berlandaskan aturan Allah. Padahal dalam pergaualan islam snagat jelas aturannya.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا
Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk." (QS. Al-Isra': 32).
Dan pergaualan islam ada beberapa perkara yang diperbolehkan laki-laki dan Perempuan bergaul. Dan tentunya dalam Batasan yang diperbolehkan. Seperti Pendidikan, Kesehatan, muamalah, dan per sanksian. Selain beberapa hal disebutkan tadi, kehidupam laki-laki dan Perempuan terpisah. 
Penjagaan dalam islam untuk pergaulan laki-laki dan Perempuan sangat komprehensif. Untuk mendapatkan pasangan tidak dengan pacarana, tetapi dilakukan dengan taaruf. Dilanjutkan khitbah dan kemudian menikah. Sehingga terhindar dari maksiat mendekati zina. Kemudian larangan khalwatdan ikhtilat, sehingga tidak ada perkumpulan alki-laki dan Perempuan yang bukan makhram.s
Batasan pergaulan yang jelas. Dan ditambah juga peran keluarga, Masyarakat dan negara menjaga dan mendidik generasi muda agar memahami aturan pergaualan dalam islam. Pendidikan naluri dengan penyaluran yang sesuai. Sehingga jelas sekali dalam islam, bukan sekedar larangan melainkan perlindungan lengkap yang akan melindungi generasi dan menjaga agar terhidar dari mudhorat seperti gaul bebas berujung hilangnya nyawa. Wallahu ‘alam bishowab.
Bagikan:
KOMENTAR