Perkuat Ketahanan Gampong, 11 Remaja Garot Resmi Menjadi Kader SAPHYRA


author photo

30 Okt 2026 - 12.01 WIB


ACEH BESAR – Sebanyak 11 remaja Gampong Garot resmi dilantik sebagai kader SAPHYRA (Save Planetary Health Youth Ranger), Minggu (25/10/2026). Program yang diinisiasi Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap kesehatan mental, kelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pelantikan tersebut bukan sekadar pembentukan organisasi remaja, melainkan bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan di tingkat gampong. Melalui SAPHYRA, para remaja dipersiapkan menjadi edukator sekaligus penggerak masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan dan lingkungan.

SAPHYRA merupakan program pemberdayaan remaja yang mengintegrasikan konsep planetary health, kesehatan mental, kesehatan lingkungan, dan ketangguhan bencana. Program ini dijalankan melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB), dengan pendekatan edukasi, pelatihan, dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Program tersebut diketuai Dr. dr. Zulfa Zahra, Sp.KJ (K), pakar psikiatri yang memiliki fokus keahlian pada kesehatan mental komunitas dan intervensi psikososial. Kompetensi tersebut menjadi landasan penting dalam membangun ketahanan psikologis remaja, khususnya dalam menghadapi tekanan sosial, dampak bencana, dan perubahan lingkungan.

Tim pengusul juga melibatkan dr. Sarah Firdausa, M.Md.Sc., Sp.PD, K-EMD, FINASIM, dengan kepakaran di bidang penyakit dalam dan kegawatdaruratan medis. Perannya mendukung peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat bencana, penyakit berbasis lingkungan, serta penanganan kondisi darurat medis.

Sementara itu, Zahratunnisa, S.T., M.T., berkontribusi melalui keahlian teknik dan perencanaan wilayah. Fokus kontribusinya meliputi penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi secara partisipatif, pengelolaan data spasial sederhana, serta penguatan pendekatan lingkungan dalam mitigasi bencana.

Sebelum resmi menjalankan tugas, para kader mendapatkan pembekalan intensif melalui tujuh modul pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, komunikasi, edukasi, dan keterampilan praktis.

Chairul Azmi menyampaikan materi Pengenalan SAPHYRA serta Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Forum Remaja. Claudia Agatha M. membawakan materi Teknik Edukasi yang Menyenangkan, sedangkan Safiratun Nadia memberikan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan media edukasi.

Selanjutnya, Khansa Khaira GM. menyampaikan materi Pertolongan Pertama Psikologis dengan pendekatan GATHER. Materi Planetary Health dan Kesehatan Lingkungan dibawakan Widya Khairunnisa, sementara Bintang Haris Boenien memberikan pembekalan mengenai Ketangguhan Bencana dan Kesiapsiagaan Masyarakat.

Pembekalan tidak berhenti pada penyampaian teori. Setiap peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan keterampilan edukasi sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah dipelajari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi, termasuk pembentukan struktur organisasi Forum Remaja SAPHYRA dan perencanaan program kerja kader ke depan.

Ketua Kader SAPHYRA Gampong Garot, Fadhil Madani, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berharap seluruh kader dapat menjaga kekompakan dan merealisasikan rencana kegiatan yang telah disusun.

“Alhamdulillah, saya telah dilantik sebagai Ketua Kader SAPHYRA di Gampong Garot. Saya mengucapkan terima kasih atas pelantikan dan pembekalan yang berlangsung selama satu hari penuh. Harapan saya, seluruh rencana yang telah disusun dapat terwujud dengan lancar,” ujar Fadhil.

Keberhasilan program pemberdayaan remaja tidak hanya bergantung pada kapasitas kader, tetapi juga membutuhkan dukungan aparatur gampong dan unsur masyarakat.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan aparatur gampong dan kader Posyandu diharapkan menjadi kekuatan kolaboratif untuk memastikan kegiatan edukasi, kesehatan masyarakat, dan kesiapsiagaan bencana dapat berjalan secara berkelanjutan.

Geuchik Gampong Garot, Dr. Sulaiman M., M.Si., berharap para kader mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi inspirasi bagi remaja lainnya.

“Kami berharap para kader SAPHYRA dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjadi penggerak bagi remaja lainnya. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gampong Garot,” ungkapnya.

Melalui SAPHYRA, Gampong Garot diharapkan memiliki generasi muda yang tidak hanya memahami persoalan kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan nyata ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, aparatur gampong, dan kelompok remaja menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh.

Lebih dari sekadar pelantikan, kehadiran 11 kader SAPHYRA menjadi titik awal investasi sosial bagi masa depan Gampong Garot: membangun generasi muda yang berpengetahuan, berdaya, peduli lingkungan, serta siap mengambil peran dalam menghadapi tantangan kesehatan dan kebencanaan.

Penulis: Safiratun Nadia
Tim Publikasi dan Pemberitaan GEN-A
Bagikan:
KOMENTAR