Oleh : Milda, S.Pd
(Aktivis Muslimah)
Penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kaltim semakin masif sehingga dinilai mengancam stabilitas sosial serta masa depan generasi produktif di daerah.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya menghadapi tantangan besar dalam upaya pemberantasan narkotika.
Berdasarkan data terbaru, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kaltim mengalami kenaikan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Pada 2021 prevalensi penyalahgunaan narkoba berada di angka 1,7 persen. Tahun 2025 meningkat menjadi 2,11 persen,” kata Rudi, sapaannya. https://pusaranmedia.com/read/44956/penyalahgunaan-narkoba-di-kaltim-meningkat-naik-jadi-2-11-persen-di-tahun-2025
Jika melihat fakta hari ini tentu miris. Mengingat saat ini pengedaran maupun penggunaan narkoba sulit di prediksi dan penuh prosedur dalam membuktikan, ditambah lagi teknologi informasi yang digunakan bagi para pelaku dalam menyebarluaskan pengedaran dan target pasar. Lalu mau dibawa kemana generasi muda yang dekat dengan narkoba? Mengingat dampak buruk yang timbul dari penggunaan narkoba. Lihatlah saat ini bagaimana tidak sedikit penyalahgunaan narkoba melahirkan kejahatan berkelanjutan seperti, pencurian, tindak kriminal, gangguan mental, gangguan kesehatan, fisik dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan generasi jauh dari kebangkitan peradaban lost generation.
Pengedaran narkoba yang tidak terelakkan ditambah lagi hukum hari ini antara benar dan salah di tentukan oleh yang berduit dan dekat dengan kekuasaan, sehingga hal ini menjauhkan para pelaku kejahatan tidak memberi efek jera, justru sistem kapitalisme sekuler memfasilitasi orang untuk melakukan apa saja atas nama kebebasan termasuk para pengguna maupun pengedar narkoba.
Sungguh. Peredaran narkoba kian masif, tentu target utamanya adalah generasi. Alhasil generasi akan mudah dijajah lewat pemikiran tanpa mengetahui tujuan hidupnya. Problem ini tidak terlepas dari sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Mengingat negeri ini adalah penganut muslim terbesar. Generasi muda yang saat ini dilemahkan pemikirannya. Tentu akan sulit menerima Islam sebagai ajarannya serta memalingkan tugasnya sebagai pelopor perubahan.
Sistem kapitalisme meniscayakan pengedaran narkoba mustahil dihilangkan. Jauhnya agama dari pengaturan kehidupan dan kuatnya paham sistem sekuler tidak hanya mendera generasi tetapi seluruh tatanan kehidupan seperti, sistem sosial, ekonomi, politik, gaya hidup, kesehatan, pendidikan, yang seolah menjadi tempat tinggal manusia serta menormalisasikan bentuk kemungkaran. Termasuk pengedaran narkoba. Dalam situasi saat ini yang saling berkaitan terdiri dari tiga komponen yakni keluarga, masyarakat, dan negara seolah tak mampu menjalankan perannya masing-masing karena tidak berlandaskan dengan takwa. Sistem yang diterapkan hari ini tentu jauh dengan sistem Islam.
Dalam sistem Islam generasi akan diarahkan melalui pendidikan berbasis akidah Islam untuk menjaga dan memahami hakikat tujuan hidup. Sehingga segala bentuk kemaksiatan termasuk menyentuh barang haram seperti narkoba akan terhindar. Tentu ini di dukung oleh negara yang menjalankan perannya sebagai junnah (pelindung) umat dari paham sekulerisme. Dimensi ruhiah yang lekat dengan kepemimpinan Islam yang menjaga moral, fisik dan psikis umat. Sampai pada urusan akhirat.
Negara Islam jadi support system yang mampu mencetak para keluarga umat sehingga antara keluarga, masyarakat dan negara menjalankan perannya sebagaimana dalam sistem Islam.
Tidak cukup sampai disitu, Islam juga mengatur masalah ekonomi, politik, sosial, hukum sanksi dan pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya, jika diterapkan maka akan Islam yang rahmatan Lil alamin akan benar-benar terwujud, seagaimana dijelaskan dalam alquran yakni firman Allah subhanahu wa ta'ala :
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96).
Sehingga tidak ada yang mampu menghentikan sistem yang hari ini banyak melahirkan polemik di tengah-tengah umat, kecuali kita semua sadar dan memahami bahwa perubahan itu harus berawal dari sebuah jalan menuju iman yang menjelaskan bangkitnya manusia tergantung dari pemikirannya. Karya syekh taqqyuddin An-Nabahani
Wallahualam Bishawab.