Inspirasi Kekerasan dan Pembuhnuhan lewat Game online


author photo

11 Jan 2026 - 20.05 WIB



Oleh : Wigati Lestari (pendidik generasi)
Baru-baru ini terjadi kasus di mana seorang anak (12) melukai ibunya menggunakan pisau dan berujung meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (10/12/2025) lalu. Sang anak bangun dan mengambil pisau dari dapur, lalu melukai ibunya yang sedang tertidur. Dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025), Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak menyampaikan salah satu motif tindakan tersebut adalah sakit hati karena sang ibu menghapus game online. Selain itu, sang anak juga disebut sering kali memainkan game online yang menggunakan pisau dan menonton serial anime yang menampilkan pisau (Kompas 30 desember 2025)
Tidak hanya kasus diatas berbagai kasus seperti perundungan(bulliying),bunuh diri atau teror bom di sekolah juga terinspirasi dari game onlineRealitas game online bisa diakses dengan mudah oleh anak-anak hingga dewasa. Isi dari game online tersebut juga renhtan dengan konten kekerasan.penembakan,pembunuhan,bulliying kata-kata kasar diberikan ruang bebas di game tersebut.Anak-anak dan remaja yang sejatinya masih butuh informasi baik dan teladan berkiblat pada apa yang terjadi di dunia digital termasuk game online.
Media digital dikuasi oleh kapitalis
Sering disampaikan di opini publik bahwa teknologi seperti pisau bermata dua bisa memberikan manfaat dan mudharat secara bersamaan. Namun apalah daya jika generasi ( usia anak-anak dan remaja ) masih rentan bimbingan, mereka butuh di arahkan dipandu dan didampingi,di kawal Bersama baik orang tua maupun lingkungan ( tidak bisa dibiarkan memilih sendiri)
Mengapa demikian ? karena saat ini media digital dikuasai oleh bisnis kapital, segala sesuatu dipandang agar bisa menghasilkan uang atau materi. Itulah ukurannya, karena dunia saat ini dikuasi oleh sekuler kapitalisme, bukan ukuran akhlak baik benar salah menurut agama, namun ukuran produk yang muncul adalah menguntungkan atau tidak. Tentunya keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan terjadi atau ancaman generasi rapuh akan terus terjadi.Mirisnya, negara dan sosial kontrol sepertinya tidak berjalan, semua dipandang dengan cuan , dan kerusakan terus berjalan,korban berjatuhan tanpa henti
Islam membentengi generasi
Islam mewajibkan negara untuk melindungi generasi dari kerusakan.Ruang digital yang dikuasasi oleh dunia kapitalisme tentunya harus dilawan dengan kekuatan yang seimbang.Tidak cukup kembali kepada keluarga sebagai bahan evaluasi namun seberapa kuat peluang mengimbangi kekuatan global digital.

Ada 3 pilar yang harus diterapkan untuk menyelesaikan problem kerusakan generasi, pertama Adalah ketakwaan individu,control social dan menerapakan seluruh system hidup sesuai dengan panduan sang pencipta.
Negara harus menerapkan sistem politik,media ,pergaulan dan sosial ,ekonomi, Pendidikan dan budaya sesuai dengan syariat islam.
Dari Abi Hurairah, Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnkan Akhlak yang baik( HR Ahmad)
Bagikan:
KOMENTAR