‎ ‎
‎ ‎

Isra Mi'raj Momen Membumikan Syariat


author photo

20 Jan 2026 - 17.41 WIB



Rajab kembali hadir, salah satu bulan mulia bagi umat Islam. Di dalam bulan ini, ada peristiwa penting dan bersejarah sekaligus menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad Saw sebagai bukti kerasulan beliau yakni peristiwa Isra Mi'raj. Dan setiap tahunnya, umat Islam bergembira menyambut bulan Rajab dengan memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Hanya saja, peristiwa tersebut hingga kini masih diingat sebatas kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam satu malam untuk menerima perintah terkait perkara sholat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam.

Melalui mimbar-mimbar dalam pengajian akbar dan ceramah keagamaan, peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW ini dijadikan sebagai momen bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan meneguhkan keimanan. Kita patut bersyukur bahwa umat Islam masih memegang teguh ajaran Islam hingga kini. Namun perlu bagi umat Islam memperluas cakrawala berfikir terkait syariat yang dimaksud dalam perintah shalat yang Allah berikan. Bahwasanya shalat bukan hanya aktifitas berdimensi ibadah ritual melainkan representasi penegakan hukum Allah secara keseluruhan (kaffah) dalam kehidupan.

Tepat tiga tahun setelah peristiwa Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW menerima bai'at Aqabah 2 terkait kepemimpinan dan kekuasaan. Beliau kemudian hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam pertama yang menerapkan syariat Islam secara kaffah. Setelah beliau wafat, kepemimpinan digantikan oleh seorang khalifah dengan bentuk negaranya yang disebut khilafah. Begitu seterusnya hingga tepat pada 27 Rajab 1342 H atau bertepatan dengan 3 Maret 1924 M kepemimpinan khilafah Turki Utsmani berakhir dihapus dan dilenyapkan secara otoriter melalui tangan Mustafa Kemal Ataturk yang bersekongkol dengan negara-negara kafir penjajah, kemudian menggantinya dengan sistem kapitalisme yang bertentangan dengan hukum Allah. 

Di bawah sistem kapitalisme, umat Islam hidup dalam keterpurukan. Negeri-negeri Islam terpecah belah, berbagai kezaliman merajalela tanpa umat mampu menghentikannya secara tuntas. Penjajahan kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara muslim di belahan dunia seperti Gaza, Sudan, Rohingya, Uighur dan yang lainnya tak satupun negeri muslim mengirimkan bantuan militernya. Bencana sosial, ekonomi, politik dan penguasaan kekayaan alam negeri-negeri kaum muslim secara paksa adalah bukti rusaknya sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini, sehingga umat Islam berada dalam jurang kehinaan.

Dan kini, sudah 105 tahun umat Islam hidup tanpa khilafah, sudah saatnya kesadaran untuk melakukan perubahan menuju Islam kaffah dalam khilafah harus dibangkitkan. Rajab dan Isra Mi'raj adalah momen yang tepat untuk membumikan syariat Allah dan mengembalikan kepemimpinan Islam atas dunia. Untuk melakukan hal tersebut maka umat Islam harus bersatu bergerak melakukan aktifitas dakwah dan berjuang bersama dengan kelompok dakwah Islam ideologis demi meyambut kemenangan yang Allah janjikan.
Bagikan:
KOMENTAR