Nasib Palestina Menderita Terus, Kapan Berakhir?


author photo

7 Jan 2026 - 13.55 WIB




Penderitaan rakyat Palestina seakan tak pernah berakhir. Serangan, pembunuhan, dan pencaplokan wilayah terus dilakukan oleh rezim Israel laknatullah. Bahkan, Israel melarang 37 organisasi kemanusiaan beroperasi di Palestina, menutup pintu bantuan yang sangat dibutuhkan warga. Situasi ini menegaskan bahwa penderitaan Palestina bukan sekadar konflik sesaat, tetapi tragedi panjang yang terus berulang.

Mengapa kondisi ini tak kunjung berubah? Karena akar masalahnya adalah keberadaan negara Israel itu sendiri. Selama Israel tetap eksis, baik diakui maupun tidak oleh dunia, penderitaan Palestina akan terus berlangsung. Israel memiliki ambisi besar: mewujudkan cita-cita Israel Raya dan menguasai politik-ekonomi global dengan segala cara. Berbagai tawaran penyelesaian yang dipimpin Amerika Serikat hanyalah ilusi. Semua solusi ala Barat justru menjerumuskan Palestina ke jurang penderitaan yang lebih dalam. Mengutuk, mengirim bantuan, atau berharap belas kasihan Israel tidak akan pernah cukup untuk membebaskan Palestina.

Fakta ini harus membuka mata umat Islam. Pengkhianatan penguasa Muslim yang memilih diam atau tunduk pada tekanan global harus dihentikan. Kesadaran kaum Muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan Khilafah harus terus dikobarkan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa imam (khalifah) adalah junnah (perisai) bagi umat. Hanya dengan adanya negara adidaya Khilafah, umat memiliki kekuatan politik, militer, dan ekonomi untuk menghentikan penjajahan dan membebaskan Palestina.

Palestina bukan sekadar tanah konflik; ia adalah tanah milik umat Islam, tempat suci yang harus dijaga. Perjuangan menegakkan Khilafah bukan hanya solusi untuk Palestina, tetapi jalan untuk mengakhiri hegemoni kapitalisme global yang melanggengkan penjajahan. Saatnya umat bersatu, menguatkan dakwah ideologis, dan menyiapkan langkah nyata agar penderitaan Palestina benar-benar berakhir.
Bagikan:
KOMENTAR