Nasib Palestina Menderita Terus, Kapan Berakhir?


author photo

11 Jan 2026 - 19.09 WIB



Oleh: Asih Lestiani

Serangan, pembunuhan, pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel terus dilakukan oleh rezim Israel laknatullah. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk keputusan sewenang-wenang Israel untuk membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah Palestina. (Antara News, 31/12/2025)

Ini semua menjadi bukti bahwa Israel tidak hanya menyerang dengan senjata, tetapi juga dengan kelaparan dan isolasi. Dan sangat jelas bahwa ini semua bukanlah sekadar tragedi kemanusiaan semata. Ini adalah bukti kejahatan para penjajah itu yang hingga kini terus dipelihara. Selama Israel tetap berdiri dan eksis, baik keberadaannya diakui atau tidak oleh dunia, maka penderitaan dan genosida di Palestina niscaya akan terus berlangsung. Karena dari awal, Israel dibangun di atas perampasan tanah, pengusiran penduduk asli, dan kekerasan sistematis. Israel akan terus mewujudkan cita-cita mendirikan Israel Raya dan menguasai politik, menguasai ekonomi dunia dengan berbagai cara. Maka dari itu, membiarkan negara Israel tetap eksis sama artinya dengan membiarkan Palestina menderita selamanya. 

Namun, sangat disayangkan berbagai tawaran penyelesaian yang dipimpin Amerika Serikat dan sekutunya seringkali memosisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang makin dalam. Solusi yang diambil ini tidaklah menyentuh akar permasalahan. 

Kemudian, mengutuk dan memohon kebaikan Israel membuka bantuan kemanusiaan ini semua tidaklah cukup untuk membebaskan penderitaan Palestina. Bantuan kemanusiaan juga penting, namun ini tidak akan pernah membebaskan Palestina dari penderitaan selama penjajah tetap bercokol. Palestina tidak membutuhkan belas kasihan penjajah, melainkan pembebasan dari penjajahan itu sendiri.

Di titik inilah umat Islam perlu melakukan muhasabah serius bahwa pengkhianatan penguasa muslim ini harus dihentikan dan kesadaran kaum muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan sistem Islam harus terus dikobarkan.

Penderitaan rakyat Palestina akan berakhir jika ada pelindung sejati (junnah) yaitu adanya negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh (kaffah). 

Kita juga harus mendorong dan menguatkan perjuangan menegakkan negara yang menerapkan aturan Islam. Karena dalam pandangan Islam, peran negara dalam sistem Islam yaitu di antaranya untuk menyatukan umat Islam, melindungi wilayah kaum muslimin, serta untuk menghadapi penjajah dengan kekuatan nyata, bukan sekadar pernyataan atau kecaman saja sebagaimana langkah yang diambil hari ini.

Dan ingatlah bahwa Palestina itu adalah tanah milik umat Islam. Sehingga kita harus menjaganya dari tangan-tangan penjajah yang ingin merampasnya. Maka di sinilah peran kita bermain, yakni bagaimana kita mengembalikan eksistensi negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh ini kembali ada dan umat bersatu dalam satu kepemimpinan Islam. Wallahu a'lam bishawab.
Bagikan:
KOMENTAR