ACEH UTARA — Pascabanjir yang melanda Desa Cot Ara, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, sekelompok mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe (UIN SUNA) menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak desa. Melalui program Rumah Belajar Anak (RUMBA), mereka menguatkan pendidikan agama dan akademik selama bulan Ramadhan.
Program yang digagas mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 03 ini berlangsung selama 10 hari, sejak 20 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan dilaksanakan setiap pukul 14.00–16.00 WIB di meunasah Desa Cot Ara.
Sebanyak sekitar 70 anak usia 4–5 tahun, tingkat sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama tercatat mengikuti program ini hingga Jumat (28/2/2026). Mereka mengikuti pembelajaran dengan antusias, bahkan kerap datang lebih awal untuk menunggu para mahasiswa.
Pada bidang keagamaan, anak-anak mendapatkan pembelajaran Iqra, Al Quran, dan kitab dasar. Sementara itu, materi akademik difokuskan pada matematika dan bahasa Inggris. Untuk anak usia dini, mahasiswa memberikan penguatan literasi dan numerasi dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung setiap hari.
Metode pembelajaran dirancang interaktif dan menyenangkan agar anak-anak tetap bersemangat, terlebih dalam suasana Ramadhan. Kehadiran mahasiswa KPM pun disambut meriah setiap harinya.
Nabila, salah satu peserta, bahkan berharap kegiatan berlangsung lebih lama hingga menjelang berbuka puasa. “Kak, kita kegiatannya sampai buka puasa, lah. Kalau sampai jam segini kami cepat kali lapar, terus kami tidak tahu lagi mau ke mana,” ujarnya polos.
Bagi mahasiswa KPM, RUMBA bukan sekadar ruang belajar sementara.
Program ini menjadi wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, sekaligus upaya memulihkan semangat belajar anak-anak yang sempat terganggu akibat bencana.
Melalui inisiatif tersebut, mahasiswa berharap dapat memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak desa, terutama dalam situasi pemulihan pascabencana.(**)