Apel Kebangsaan Pidie Jaya: TNI Tegaskan Aceh Tetap dalam Bingkai NKRI, Perdamaian Wajib Dijaga


author photo

16 Sep 2026 - 10.43 WIB




PIDIE JAYA — Komitmen menjaga persatuan, perdamaian Aceh, dan stabilitas keamanan kembali ditegaskan dalam Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar Kodim 0102/Pidie bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya.

Apel yang berlangsung di halaman Gedung MTQ, Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Senin (14/9/2026), itu melibatkan unsur TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni kebangsaan. Forum itu menjadi ruang untuk kembali menegaskan komitmen bersama terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rangkaian apel diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Aceh. Selanjutnya, Ketua KNPI Pidie Jaya, Marhaban, memimpin pembacaan Deklarasi Damai yang diikuti seluruh peserta.

Dalam deklarasi tersebut, peserta menyatakan komitmen menjaga persatuan, menghormati simbol-simbol negara, merawat keberagaman, serta menolak tindakan yang merendahkan lambang Negara Republik Indonesia.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malaysi, MA., S.Sos., M.E., yang memimpin apel, menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan soliditas seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran seluruh stakeholder, terutama TNI dan Polri dalam apel ini, membuktikan bahwa kita memiliki visi yang sama untuk membawa Pidie Jaya menjadi daerah yang maju dalam lingkungan yang aman dan damai,” ujar Sibral Malaysi.

Danrem: Pidie Jaya Kondusif

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, M.Tr.Han., yang hadir bersama Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa kondisi keamanan di Pidie Jaya saat ini berada dalam keadaan kondusif.

Menurutnya, situasi tersebut harus dipertahankan dengan membangun kesadaran bersama, bukan hanya mengandalkan aparat keamanan.

“Melalui apel kebangsaan ini, kita menegaskan bahwa situasi di Kabupaten Pidie Jaya kondusif dan aman. Masyarakat masih berpedoman pada nilai-nilai nasionalisme, setia kepada ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ali Imran.

Danrem 011/Lilawangsa yang juga menjabat Danrindam Iskandar Muda itu mengatakan hubungan TNI dengan masyarakat di Pidie dan Pidie Jaya telah terbangun cukup solid.

Ia menyebut keterlibatan TNI dalam berbagai kegiatan sosial dan penanganan bencana menjadi salah satu bentuk nyata kedekatan tersebut.

Termasuk ketika banjir melanda Pidie Jaya, personel TNI bersama masyarakat terlibat dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, hingga penanganan pascabencana.

“Hubungan TNI dengan masyarakat sangat solid. Termasuk saat Kabupaten Pidie Jaya mengalami bencana banjir, kita bersama-sama bekerja dalam penanggulangan dan sampai saat ini kami masih fokus pada tahap pemulihan,” ujarnya.

Perdamaian Aceh Jangan Dianggap Sebagai Hal Biasa

Ali Imran juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan perdamaian bukan semata-mata tugas aparat. Ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam mempertahankan situasi yang telah kondusif.

Ia menilai stabilitas keamanan memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.

“Keamanan tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Wilayah yang kondusif sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial,” tegasnya.

Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Pidie Jaya sekaligus menjadi pesan bahwa perdamaian yang telah tumbuh di Aceh perlu dirawat secara bersama-sama. Stabilitas daerah tidak hanya membutuhkan kesiapsiagaan aparat, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur damai dan sesuai ketentuan hukum.(Al)
Bagikan:
KOMENTAR