Galuga Membara, Alarm untuk Kita!


author photo

8 Sep 2026 - 10.13 WIB




TPA Galuga terbakar. Api yang bermula dari lahan pertanian di sebelah TPA merambat ke area pembuangan lama. Hingga pagi ini, petugas masih berjibaku dengan titik-titik api. Bahkan akses menuju lokasi menjadi tantangan karena titik api berada jauh di belakang kawasan TPA.

Namun, barangkali yang perlu kita renungkan bukan hanya dari mana api bermula, melainkan mengapa persoalan sampah terus menjadi bom waktu?

Islam tidak mengajarkan manusia menjadi sekadar konsumen yang membuang lalu selesai. Allah mengingatkan, “Janganlah kalian membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56).

Maka solusi tidak cukup berhenti pada memadamkan api. Kita perlu mengubah budaya: kurangi sampah dari rumah, pilah sejak sumbernya, gunakan kembali, dan kelola sampah sebagai amanah—bukan sekadar memindahkannya ke TPA.

Pemerintah pun wajib menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang aman, terukur, dan berkelanjutan. Sebab dalam Islam, menjaga kemaslahatan manusia adalah amanah kekuasaan.

Galuga mungkin sedang terbakar.
Semoga ia juga membakar kesadaran kita: bumi bukan tempat membuang apa saja sesuka kita. Ia amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Yuyun Novia
Pengemban Dakwah Bogor
Bagikan:
KOMENTAR