LHOKSEUMAWE — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lhokseumawe mendorong penguatan kolaborasi dan kebangkitan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan Temu Media 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi, Bangkit Bersama, Meningkatkan Perekonomian Daerah.”
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, memaparkan rencana penyelenggaraan Festival Meurah Silu 2026 sebagai salah satu upaya mendorong aktivitas ekonomi dan memperkuat perputaran uang di daerah. Kamis (29 Okt 2026).
Festival ini diharapkan menjadi ruang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pemasaran produk dan memperluas jangkauan pasar.
Menurut Yudo, kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan Festival Meurah Silu 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap aktivitas perdagangan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perekonomian masyarakat.
Melalui momentum Temu Media 2026, BI Lhokseumawe menegaskan pentingnya sinergi dan komunikasi dengan insan pers dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan, program, serta perkembangan ekonomi kepada masyarakat.
Tantangannya kini adalah memastikan festival tersebut mampu menghasilkan dampak ekonomi yang terukur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat luas.(A1)