PIDIE JAYA — Suasana penuh khidmat, semarak, dan kebahagiaan menyelimuti Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu, 29 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sukses mencatatkan sejarah baru melalui penyelenggaraan Maulid Raya Kabupaten Pidie Jaya 1448 Hijriah, yang diakui sebagai perayaan Maulidurrasul terbesar dan paling meriah yang pernah terlaksana di bumi Meureudu ini.
Acara akbar ini dihelat atas instruksi langsung dari Bupati Pidie Jaya, H. Syibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., dan dikoordinasikan secara gemilang di bawah komando Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya yang dipimpin oleh Said Abdullah, S.H., M.K.M., dengan melibatkan sinergi penuh dari seluruh instansi pemerintahan daerah.
Menghidupkan Tradisi, Merajut Ukhuwah Melalui Lomba Zikir
Ada yang istimewa dalam perhelatan akbar tahun ini. Sebagai bentuk pelestarian budaya islam dan penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat, Dinas Syariat Islam menggelar ajang perlombaan zikir bergengsi yang diikuti oleh perwakilan dari 8 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya.
Lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi seni suara atau tradisi lisan, melainkan sebuah sarana edukasi spiritual untuk menanamkan kecintaan mendalam kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, serta mempererat ukhuwah islamiyah antar-warga dari berbagai gampong dan kecamatan.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat dari dewan juri, kemeriahan mencapai puncaknya tatkala pengumuman pemenang diumumkan. Kontingen zikir dari Kecamatan Bandar Dua sukses memukau dewan juri dan penonton, sehingga dinobatkan sebagai Juara 1 Zikir Maulid tahun ini.
Penyerahan Hadiah Langsung oleh Bupati Pidie Jaya
Momen paling berkesan dalam acara tersebut adalah penyerahan hadiah, trofi, serta sertifikat penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Syibral Malasyi, didampingi oleh unsur Forkopimda dan kepala dinas terkait. Senyum kebanggaan terpancar dari para pemenang, termasuk perwakilan dari Kecamatan Bandar Dua yang tampil gemilang membawa pulang piala dan apresiasi pembinaan.
Dalam keterangannya, perhelatan ini membuktikan tingginya antusiasme serta partisipasi aktif masyarakat Pidie Jaya dalam memuliakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Memetik Keteladanan, Menyalakan Semotivasi Baru
Maulid Raya 1448 H ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bagi kita semua. Melalui lantunan zikir dan shalawat yang bergema, masyarakat diajak untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari kepemimpinan yang jujur, kepedulian sosial, hingga memperkuat persatuan umat.
Kesuksesan acara terbesar ini menjadi pelecut semangat (motivasi) bagi masyarakat Pidie Jaya untuk terus menjaga syiar Islam, menghidupkan tradisi luhur, dan menjadikan nilai-nilai kenabian sebagai kompas moral dalam membangun daerah yang lebih bermartabat, religius, andal, dan sejahtera.
Pidie Jaya Bershalawat, Menebar Teladan, Meraih Keberkahan.
Liputan Gamgee
Radar Aceh News